Hukum Jabat Tangan dengan Perempuan yang Belum Baligh dan Tua Renta

Pertanyaan: Saya memahami bahwa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahrom adalah terlarang, akan tetapi bagaimana dengan perempuan kecil yang masih berumur 5 tahun atau perempuan tua renta. Apakah diperbolehkan berjabat tangan dengan mereka?

Jawaban: Alhamdulillah. Tidak diperbolehkan berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahrom, berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dari hadits Ma’qil bin Yasar, dan dishahihkan Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’ 5045). Dan tidak dibedakan antara perempuan yang masih muda ataupun yang sudah tua renta, karena keumuman hadits ini. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah 29/296).

Lajnah Daaimah Lil Buhuts Al-Ilmiyyah Wal Ifta, Saudi Arabia juga ditanya: “Apakah diperbolehkan bagi perempuan tua renta untuk berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan mahram baginya?”

Jawaban: Tidak diperbolehkan bagi perempuan tua renta, ataupun selainnya untuk berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan mahram, berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan ajnabiyah/bukan mahram.” (HR. Malik, Ibnu Majah, Ahmad, Nasa’i). Dan hadits ini mencakup keumuman, baik perempuan yang masih kecil ataupun yang sudah besar, untuk menghindari fitnah. Selesai. (Fatawa Lajnah Daaimah, 17/47)

Sedangkan untuk perempuan kecil yang tidak memancing syahwat, yaitu yang belum berumur 7 tahun maka tidak mengapa memandang dan berjabat tangan dengannya.

Disebutkan dalam kitab Al-Isnaf 8/23: “Tidak diharamkan memandang dan menyentuh aurat anak kecil baik laki-laki ataupun perempuan yang belum berumur 7 tahun. Dan ini pendapat Imam Ahmad. Dan dinukil dalam sebuah atsar, bahwa ada seorang laki-laki yang memangku perempuan kecil dan menciumnya tanpa syahwat, maka tidak mengapa.” Selesai.

______________________

Sumber: Al-Islam Su’aal wa Jawaab (Musyrif ‘Aam Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid)
Diterjemahkan oleh Abu Unais, teks asli lihat di islamqa.info.

Posted on August 2, 2012, in Akhlaq dan Adab, Fatwa dan Ijtihad, Fiqih, Ilmu, Muamalah, Wanita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: