Getir Seorang Ibu dan Dilema Seorang Ayah (Sepenggal Kisah Hidupku)

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Aku terbangun dari tidur ketika istriku membangunkanku. Hari itu bertepatan dengan hari Senin, 11 Juni 2012. Saat-saat yang dinanti itu telah tiba, istriku akan segera melahirkan anak pertamaku. Istriku membangunkanku karena air ketubannya telah pecah. Bergegas aku membawa istriku ke bidan desa. Setelah diperiksa, bidan desa mengatakan bahwa istriku harus dirujuk ke sebuah Rumah Sakit Bersalin di kota kami, karena istriku telah mengalami pecah ketuban sementara belum ada pembukaan jalan lahir sedikitpun. Akhirnya aku membawa istriku ke rumah sakit malam itu juga.

Pukul 03.30 WIB kami sampai di rumah sakit. Istriku langsung mendapatkan pertolongan. Kemudian dengan setianya aku menemani istriku dalam waktu-waktu itu. Menurut keterangan bidan rumah sakit, istriku akan mendapatkan pertolongan bertahap. Kami pun mematuhinya, sebagai sebuah prosedur ketika mengikuti Jaminan Persalinan (Jampersal). Istriku mulai disuntik obat pemicu kontraksi, bahkan sampai beberapa kali. Kemudian juga diberi obat serupa melalui jalan lahir. Pukul 09.00 WIB istriku mulai merasakan kontraksi secara teratur, sambil masih diberi obat pemicu kontraksi.

Dilema Seorang Ayah

Hari itu perasaanku bercampur aduk, antara rasa khawatir, cemas, dan gembira karena akan segera hadir buah hati kami. Betapa tidak?! Hari itu adalah hari keberangkatanku ke Bogor. Kebetulan aku baru saja diterima kerja di sebuah Lembaga Bimbingan Belajar ternama di Kota Bogor. Terhitung dari tanggal 13 Juni 2012 aku harus mengikuti diklat yang diselenggarakan perusahaan sampai tanggal 30 Juli 2012. Aku juga sudah terlanjur membeli tiket bus, yang akan berangkat pada hari Senin, 11 Juni 2012 pukul 16.30 WIB. Yang aku khawatirkan adalah manakala sampai aku berangkat, sedangkan istriku juga belum melahirkan. Kemudian….?!

Pukul 11.00 WIB aku masuk ruang dimana istriku dirawat, sebelumnya sejak pukul 07.00 WIB tidak diperbolehkan. Sejak saat itu aku menemani dan melihat sendiri, bagaimana istriku merasakan sakit selama proses kontraksi. Sampai akhirnya waktu demi waktu terus berlalu, sedangkan istriku tak kunjung juga melahirkan. Sampailah mendekati pukul 03.00 WIB disaat istriku semakin menjadi-jadi merasakan kontraksi, aku harus meninggalkannya. Setidaknya pukul 04.00 WIB aku harus sampai di tempat agen pembelian tiket, sehingga aku harus pulang untuk bersiap-siap terlebih dahulu.

Aku merasakan dilema yang sangat berat, antara tega dan tidak tega meninggalkan istriku dalam keadaan demikian, sedangkan di sisi lain aku juga harus berangkat karena ini adalah awal karirku, dan perusahaan mewajibkanku untuk hadir 1 hari sebelum diklat. Meskipun istriku, keluarga, dan orang-orang terdekat rela melepas kepergianku, namun berat rasanya, sedih rasanya. Pukul 16.45 WIB bus yang aku tumpangi berangkat. Pukul 18.25 WIB, saat itu aku perjalanan baru sampai Ambarawa (berangkat dari Magelang), aku ditelephon bahwa istriku telah melahirkan melalui persalinan normal. Alhamdulillah. Lega rasanya. Sampai tulisan ini kubuat, aku belum sempat melihat buah hatiku secara langsung. Melalui kontak telephonlah aku mendengar tangis anakku. Senangnya, namun juga rindu. Antum mungkin bisa bayangkan, bagaimana perasaanku saat ini?! Unais terlahir pada hari Senin tanggal 11 Juni 2012, pukul 18.19 WIB di RSB Budi Rahayu, Magelang. Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sholih dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Amin.

______________________

Villa Ratu Bogor, 23 Rajab 1433 H / 13 Juni 2012

Abu Unais Abdurrohman

Posted on June 13, 2012, in Keluarga and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Barakallohu fik… Semoga Alloh menjadikan sang buah hati sbg qurrotu ayyun bg kedua orang tuanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: