Mewaspadai Toleransi Semu 'ala JIL (Jaringan Iblis Liberal)

Toleransi antar umat beragama merupakan sebuah slogan yang indah karena memuat pesan-pesan berharga yang diinginkan umat manusia yaitu saling memahami, saling toleran, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis, dan sebagainya.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang toleran. Karena itu, Islam tidak memaksakan urusan memilih agama kepada umat manusia. Allah ta’ala berfirman:

لا إكراه في الدين، قد تبين الرشد من الغى

“Tiada paksaan untuk masuk ke dalam agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.” (QS. al-Baqarah: 256)

Sebagai contoh bentuk toleransi beragama dalam Islam, dalam jihad Islam menawarkan 3 pilihan: masuk Islam, atau membayar jizyah (yaitu tunduk dan membayar upeti kepada pemerintah Islam jika mereka tidak masuk Islam – ed), atau diperangi. Ini merupakan bukti bahwa Islam tidak serta merta memaksa mereka untuk masuk Islam. Bahkan sebagai wujud keindahan agama Islam yang sangat toleran terhadap agama lain, Islam melarang umatnya melanggar hak-hak non muslim[1], bahkan Islam membolehkan umatnya berbuat baik kepada mereka[2].

Namun, dalam berbuat baik dan menolong orang yang berseberangan agama bukan berarti menggadaikan prinsip beragama. Islam tidak pernah mengizinkan kepada kita bersikap lembek dalam urusan aqidah dan keimanan. Inilah prinsip agama Islam yang tidak dapat ditawar-tawar, sebagaimana yang tertuang pada firman Allah ta’ala berikut ini:

قل يأيها الكافرون . لا أعبد ما تعبدون. ولا أنتم عابدون ما أعبد. ولا أنا عابد ما عبدتم. ولا أنتم عابدون ما أعبد. لكم دينكم ولي دين

“Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. al-Kafirun: 1-6)

Anehnya, ada sebagian kalangan seperti para propagandis JIL (Jaringan Iblis Liberal)[3] malah menjadikan ayat ini sebagai dalil untuk memperkuat ajaran toleransi antar umat beragama dengan makna kebenaran agama selain Islam[4]. Sungguh, ini adalah pemahaman yang batil, bagaimana mungkin itu benar sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingkari, melarang, dan mengancam dari agama selain Islam, bahkan ketika mereka menuntut beliau agar menghentikan hal itu, beliau tetap tegar dalam pendiriannya. Lantas bagaimana mungkin ayat ini menunjukkan kebenaran agama mereka?!! Ayat ini menunjukkan perintah agar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari agama mereka yang batil, bukan malah menyetujuinya. (Badai’ Fawaid 1/248, Ibnul Qayyim)

Maka, telah tiba saatnya kita menyadari makna toleransi Islam yang sebenarnya sehingga kita tidak tertipu oleh kerancuan para perusak agama yang bertopeng dengan nama Islam[5].
______________________

Dinukil oleh Abu Unais dari majalah Al Furqon [Edisi 22 Tahun ke-11, Rajab 1433 H / Mei – Juni 2012], dengan penambahan seperlunya tanpa mengubah maksud.

Catatan kaki:
[1] Sebagai contoh dalam hal ini, bahwa Islam melindungi hak-hak Kafir Mu’ahad, yaitu orang kafir yang masuk ke negeri muslim dan meminta perlindungan keamanan kepada pemerintah Islam, maka haram bagi seorang pun dari muslim untuk membunuh dan menumpahkan darahnya. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)
[2] Mengenai hal ini, Allah ta’ala berfirman: “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8). Ibnu Jarir Ath Thobari -rahimahullah- mengatakan, “Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menjalin hubungan dan berbuat adil dengan setiap orang dari agama lain yang tidak memerangi kalian dalam agama. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ‘Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu’. Setiap orang yang mempunyai sifat dalam ayat ini patut bagi kita berlaku ihsan (baik) padanya. Tidak ada yang dispesialkan dari yang lainnya.”[Jaami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an, Ibnu Jarir Ath Thobari, Muhaqqiq: Ahmad Muhammad Syakir 23/323, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama tahun 1420 H.]
[3] Aslinya mereka menamakan diri “Jaringan Islam Liberal” (JIL). Tapi kami lebih senang menyebutnya “Jaringan Iblis Liberal” (JIL) karena sifat dan tingkah laku mereka yang serupa dengan iblis, dalam menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Mengenai sepak terjang pemikiran mereka dapat dilihat di situs resmi mereka: http://islamlib.com/id, dan untuk tokoh-tokoh JIL di Indonesia lihat di sini. Inti kesesatan “agama” JIL adalah bahwa mereka mengatakan bahwa seluruh agama adalah benar dan menuju kepada Allah. Sebagian ustadz kami menjuluki mereka sebagai “Yahudi Gaya Baru”.
[4] Mengenai hal ini, telah dibantah oleh firman Allah: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19). Juga firman-Nya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron: 85).
[5] Suatu hal yang aneh, ketika mereka (JIL) mengatakan bahwa seluruh agama adalah benar, namun mereka enggan untuk berpindah agama kepada selain Islam. Lantas, apa yang mereka inginkan dari Islam, selain merusak Islam dari dalam?!!!

Posted on June 8, 2012, in Aqidah, Ilmu, Manhaj, Muamalah, Syubhat dan Bantahan, Tauhid and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: