Hukum Shalat dan Puasa Bagi Musafir

Pertanyaan: Apa hukum shalat dan puasa ketika safar (bepergian), apakah tetap berpuasa lebih utama ataukah mengambil rukhsoh (keringanan tidak berpuasa) yang lebih utama? Sekalian penjelasan tentang kriteria jauh dekat (dalam perjalanan yang dapat mengambil keringanan ini-penj), dimana saat ini tidak ada lagi kesulitan dalam safar.

Jawaban: Diperbolehkan berbuka (tidak berpuasa) bagi musafir ketika puasa Ramadhan dan juga boleh mengqoshor shalat yang berjumlah 4 rakaat (menjadi 2 rakaat), dan itu lebih utama daripada berpuasa dan menyempurnakannya. Sebagaimana telah tetap dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Allah senang jika rukhsohnya diambil sebagimana Ia senang jika diambil ‘azimahnya (tetap berpuasa)”.[1], dan juga perkataan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Bukan merupakan kebaikan berpuasa ketika safar”.[2] Wa billahi taufiq wa sallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
______________________

Sumber: Fatawa Lajnah Daaimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Saudi Arabia.
Diterjemahkan oleh Abu Unais, teks asli lihat di alifta.com.

Catatan kaki:
[1] HR. Ahmad (2/108)
[2] HR. Bukhari (2/238), Muslim (1115), dan lainnya.

Posted on May 28, 2012, in Fatwa dan Ijtihad, Fiqih, Ibadah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: