Hukum Penting Terkait Sujud Syahwi

Pertanyaan: Bagaimana sifat sujud syahwi?

Jawaban: Sujud syahwi adalah 2 sujud yang dilakukan setelah tasyahud akhir sebelum salam, sifatnya seperti sujud pada shalat biasa dan membaca di dalamnya dzikir dan doa. Kecuali jika terlupa (kurang) satu rakaat atau lebih, maka lebih utama sujud dilakukan setelah salam. Dan hal ini dibangun di atas prasangka yang kuat oleh pelakunya (misal: yakin jika ia kurang satu rakaat-penj) maka yang lebih utama ia melakukan sujud syahwi setelah salam, karena adanya hadits shahih dalam hal ini.[1] Wa billah taufiq wa shallaallah ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
______________________

Sumber: Fatawa Lajnah Daaimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Saudi Arabia.
Diterjemahkan oleh Abu Unais, teks asli lihat di alifta.com.

Catatan kaki:
[1] Kesimpulan penerjemah: jika orang yang terlupa dalam shalat tersebut tidak bisa membangun prasangka, misal: apakah ia kurang dalam rakaat ataukah lebih, maka ia melakukan sujud syahwi sebelum salam. Namun jika ia mampu membangun prasangka yang kuat, misal: ia yakin jika ia kurang 1 rakaat, maka ia melakukan sujud syahwi setelah salam. Allahu a’lam bis showwab.

Posted on May 20, 2012, in Fatwa dan Ijtihad, Fiqih, Ibadah and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: