Hukum Puasa di Bulan Rajab

Pertanyaan: Ada hari-hari tertentu di bulan Rajab yang manusia berpuasa di dalamnya. Apakah hari-hari tersebut ada di awal bulan, tengah atau akhir?

Jawaban:
Tidak ada hadits yang menetapkan keutamaan puasa pada bulan Rajab kecuali hadits yang dikeluarkan Nasa’i dan Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari hadits Usamah, berkata Usamah: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang engkau lakukan pada bulan Sya’ban.” Beliau menjawab: “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang[1]. Dan ia adalah bulan diangkatnya amalan ke Rabul ‘alamin (Allah), maka aku senang jika amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan puasa.”[2] Dan juga terdapat hadits umum yang mendorong kepada puasa (sunnah) tiga hari setiap bulan, dan juga puasa ayyamul bidh pada setiap bulan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 (kalender hijriyah), dan juga puasa pada bulan-bulan yang diharamkan, dan puasa pada hari senin dan kamis, dan bulan Rajab masuk pada keumuman itu. Dan jika engkau berkehendak untuk berpuasa setiap bulan, maka engkau dapat memilih puasa ayyamul bidh, atau puasa senin-kamis, dan jika tidak maka masih ada kesempatan-kesempatan yang lainnya. Adapun mengkhususkan hari-hari tertentu pada bulan Rajab maka kami tidak mengetahui dalil syar’i dalam hal tersebut. Wa billahi taufiq, wa shalallahu ‘ala nabiyyina wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
______________________

Sumber: Fatawa Lajnah Daaimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Saudi Arabia.
Diterjemahkan oleh Abu Unais, teks asli lihat di alifta.com.

Catatan kaki:
[1] Imam as-Syaukani dalam Nailul Authar menyebutkan: ucapan Rasulullah “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang”, secara tersirat menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya. Tambahan dari penerjemah: selain itu bulan Rajab juga masuk empat bulan Haram yang dimuliakan dan disunnahkan berpuasa di dalamnya. Sehingga dalil keutamaannya secara umum, dan pelaksanaannya tidak ada pengkhususan pada hari-hari tertentu di bulan Rajab. Kesimpulan: silahkan melakukan puasa-puasa sunnah di bulan Rajab, dengan melakukan puasa-puasa yang ada yang dalil syar’inya, apakah puasa ayyamul bidh, puasa senin-kamis dan jangan membuat hari-hari khusus sendiri pada bulann Rajab. Allahu a’lam.
[2] HR. Ahmad 5/201, Nasa’i 4/201, Ibnu Majah 3/103, dll.

Posted on May 17, 2012, in Bid'ah, Fatwa dan Ijtihad, Ibadah, Sunnah and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: