Hukum Merayakan Ulang Tahun Pernikahan

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh. Syaikh yang kami hormati, apa hukum perayaan hari pernikahan setiap tahun? Apakah itu penyerupaan terhadap kaum kufar atau termasuk perkara bid’ah? Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

Jawaban: Wa’alaikumusalam Warohmatullah Wabarokatuh. Dan semoga Allah juga membalasmu dengan kebaikan. Ini termasuk perkara baru yang diada-adakan (bid’ah), dan asalnya dari kebiasaan kaum nasrani. Dan perkara ini (ulang tahun) menuntut adanya perayaan pada hari tertentu, dan kembali dilakukan secara berulang-ulang, dan inilah makna ‘ied (perayaan), karena ‘ied artinya “kembali” dan “berulang”. Maka tidak boleh adanya perayaan selain dua perayaan: iedul Adha dan iedul Fitri. Dan hal tersebut berarti membuat tandingan terhadap perayaan-perayaan yang syar’i, dan juga membuat perkara baru dalam agama, dan juga termasuk penyerupaan dengan kaum kufar. Wallahu ta’ala a’lam.
______________________

Sumber: Fatawa Syaikh Abdurrohman As-Suhaimi.
Dinukil dan diterjemahkan oleh Abu Unais dari almeshkat.net.

Posted on May 15, 2012, in Fatwa dan Ijtihad, Muamalah, Perayaan, Pernikahan and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: