Hukum Puasa Bagi Wanita Hamil dan Menyusui

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan berbuka bagi perempuan hamil dan menyusui? Dan apakah wajib atas keduanya qadha atau ada pengganti yang lain?

Jawaban:
Perempuan hamil dan menyusui hukum keduanya seperti (hukum) orang sakit; jika susah bagi keduanya berpuasa maka diperbolehkan untuk berbuka, dan keduanya wajib mengqadha jika telah mampu, seperti halnya orang sakit. Dan sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa cukup untuk memberi makan orang miskin (membayar fidyah) atas hari-hari yang ditinggalkannya, namun pendapat ini lemah. Dan yang benar adalah bahwa wajib bagi keduanya mengqadha seperti halnya musafir dan orang sakit. Sebagaimana firman Allah ta’ala: “Maka barangsiapa diantara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka baginya untuk mengqadha di hari lain.”[1] Dan yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits Anas bin Malik Al-Ka’by, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menggugurkan atas musafir puasa dan separuh shalat, dan dari wanita hamil dan menyusui (juga gugur) puasanya.”[2]
___________________________

Sumber: Fatawa Lajnah Daaimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Saudi Arabia.
Diterjemahkan oleh Abu Unais, teks asli lihat di alifta.com.

Catatan kaki:
[1] QS. Al-Baqarah: 184
[2] HR. Tirmidzi (649), Ibnu Majah (1657).

Posted on May 13, 2012, in Fatwa dan Ijtihad, Fiqih, Wanita and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: