Hukum Wanita Menyentuh Aurat Anaknya

Pertanyaan: Apakah seorang wanita dalam keadaan berwudhu (suci) ketika membersihkan kemaluan anaknya yang masih kecil menyebabkan batal wudhunya, sedangkan anak tersebut mengeluarkan banyak kotoran?

Jawaban: Wanita dalam keadaan berwudhu yang menyentuh kemaluan anaknya (baik depan ataupun belakang) tanpa alas atau penghalang, maka batal wudhunya. Karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk berwudhu bagi siapa yang menyentuh kemaluan. Wa billahi taufiq, wa shalallahu ‘ala nabiyyina wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
______________________

Sumber: Fatawa Lajnah Daaimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Saudi Arabia.
Diterjemahkan oleh Abu Unais, teks asli lihat di alifta.com.

Posted on May 11, 2012, in Fatwa dan Ijtihad, Fiqih, Wanita and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: