Hadits-Hadits Keutamaan Orang-Orang Fakir dan Lemah

Sesungguhnya, perkara kekayaan dan kemiskinan adalah murni ketentuan dari Allah ta’ala. Karena setiap manusia sudah ditentukan jatah riskinya oleh Allah, dan setiap manusia akan berjalan sesuai ketentuan tersebut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan pembentukannya (kejadiannya) di dalam rahim ibunya dalam 40 hari berupa nuthfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari), kemudian menjadi gumpalan daging selama itu juga (40 hari), kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka ia meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) 4 hal: ketentuan riskinya, ajalnya (umurnya), amalnya, dan celaka atau bahagia.”  (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadits di atas, disebutkan bahwa perkara jatah riski (kaya atau miskin) untuk setiap manusia sudah ditentukan oleh Allah ta’ala. Dan sesunguhnya setiap dari ketentuan Allah mengandung hikmah (pelajaran), baik yang dapat dijangkau akal manusia ataupun tidak. Termasuk diantaranya, jika seseorang ditakdirkan oleh Allah memiliki riski yang sedikit dalam harta (faqir). Karena dalam keadaan ini Allah menyediakan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh selainnya. Berikut ini beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan orang-orang faqir.

Hadits 1

Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu ‘anhuma berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang-orang faqir (dari kalangan) muhajirin mendahului orang-orang kaya masuk surga di Hari Kiamat sejauh 40 tahun.” Tambahan dalam riwayat lain, “(Yaitu) orang yang pakaian mereka kusut, rambutnya kumal, perizinan mereka tidak diterima penguasa, tidak dinikahkan dengan wanita-wanita berharta dan tidak memasuki pintu-pintu penguasa. Penduduk belahan bumi timur dan barat membiarkan mereka, mereka mencurahkan segenap kewajiban mereka, namun mereka tidak tidak diberi apa yang menjadi hak mereka.” (Hadits Shahih driwayatkan Muslim [2979], Thabrani dalam Al-Ausath [I/124] dan dalam Al-Kabir [VIII/119])

Hadits 2

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Aku melongok ke surga, kulihat kebanyakan penduduknya adalah orang-orang faqir. Dan aku melongok ke neraka, kulihat kebanyakan penduduknya adalah para wanita.”

Hadits 3

Dari Sahl Ibnu Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki melewati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, “Apa yang kalian katakan tentang orang ini?” Para sahabat menjawab, “Dia seorang yang jika meminang pantas dinikahkan, jika meminta syafaat akan dikabulkan, dan jika berbicara akan didengarkan.” Kemudian beliau diam, lalu lewatlah seorang lelaki muslim yang miskin, maka beliau bersabda, “Apa komentar kalian tentang orang ini?” Para sahabat menjawab, “Dia seorang yang jika meminang tidak pantas dinikahkan, jika meminta syafaat tidak akan diberi, dan jika berbicara tidak akan didengarkan.” Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang kedua ini lebih baik dari sepenuh bumi orang seperti yang pertama.”  (Hadits Shahih diriwayatkan Bukhari [4729] dan Muslim [2785])

Hadits 4

Dari Haritsah bin Wahb Al-Khuza’i radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang penduduk surga? Yaitu setiap orang yang lemah lagi diremehkan, bila sekiranya bersumpah atas nama Allah, niscaya dia penuhi. Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang penduduk neraka? Yaitu setiap orang yang keras lagi kasar, bakhil dan sombong.” (Hadits Shahih diriwayatkan Bukhari [4918] dan Muslim [2853])

Demikianlah, ternyata banyak keutamaan orang-orang faqir dan lemah dibandingkan dengan orang kaya. Maka seyogyanya diantara kita yang Allah takdirkan faqir dan miskin, tetap bersyukur dengan keadaan tersebut. Karena Allah akan menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Allah ta’ala berfirman: “Dan tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'” Wa billahi taufiq.
______________________
Pedak, 15 Jumadil Akhir 1433 H
Disusun oleh: Abu Unais Abdurrohman

Rujukan:
1) Mushaf Al-Qur’an Al-Kariim.
2) Hadits ‘Arbain Nawawiyah: Hadits ke 4 tengtang “Tahapan Penciptaan Manusia”.
3) Buku “Panduan Fadhilah Amal Menurut Dalil Yang Shahih” karya Ubaid Al Sindy, terbitan Pustaka Al Minhaj.

Posted on May 7, 2012, in Fadhilah, Hadits and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: