Hukum Memohon Kematian Ketika Sakit

Pertanyaan: Bolehkah seseorang memohon (berdoa) kematian ketika ditimpa sakit?

Jawaban: Walaupun sakitnya bertambah parah, si sakit tidak boleh memohon kematian, berdasarkan hadits dari Ummu al-Fadl radhiyallahu ‘anha: “Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka sedangkan Abbas paman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengeluh dan memohon kematian. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Wahai pamanku, janganlah meminta kematian. Sebab jika engkau seorang yang baik dan diakhirkan ajalmu, engkau ada kesempatan untuk menambah kebaikanmu, dan itu lebih baik bagimu. Dan jika engkau seseorang yang jahat dan diakhirkan ajalmu, maka engkau ada kesempatan bertaubat, dan hal itu baik bagimu. Maka janganlah engkau meminta kematian.'” Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (VI/339) dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas secara marfu’, ditambah lafadz “dan jika hal itu terpaksa dilakukan maka hendaklah ia berdoa: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku jika hidup ini yang terbaik untukku, dan wafatkanlah aku jika kematian itu yang terbaik untukku'”. Hadits ini sudah ditakhrij dalam kitab ‘Irwaa’ (683).
______________________

Sumber: Ahkaam al-Janaaiz, hal. 11, 12. Dinukil dari: Ensiklopedi Fatwa Syaikh al-Albani, Pustaka As-Sunnah.

Posted on January 23, 2012, in Akhlaq dan Adab, Jenazah and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: