Hukum Memaksa Anak Perempuan Menikah Dengan Laki-Laki yang Tidak Disukainya

Pertanyaan: Apakah boleh bagi seorang ayah memaksa puterinya menikah dengan lelaki yang tidak ia sukai?

Jawaban: Tidak ada hak bagi seorang ayah ataupun yang lain memaksa puterinya menikah dengan lelaki yang tidak disukainya, melainkan harus berdasarkan izin darinya, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تنكح الأيم حتى تستأمر ولا تنكح البكر حتى تستأذن. قالوا: يا رسول الله، كيف إذنها؟ قال: أن تسكت

“Wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat, dan wanita gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin darinya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana izinnya?” Beliau menjawab, “Ia diam.”  [1]

Di dalam redaksi lain beliau bersabda: وإذنها صماتها “Dan izinnya adalah diamnya.”

Redaksi lain menyebutkan,

والبكر يستأذنها أبوها في نفسها وإذنها صماتها

“Dan perempuan gadis itu dimintai izin oleh ayahnya mengenai dirinya, dan izinnya adalah diamnya.”

Adalah kewajiban seorang bapak meminta izin kepada putrinya apabila ia telah berusia sembilan tahun ke atas. Demikian pula para wali tidak boleh menikahkan putri-putrinya kecuali dengan izin dari mereka. Inilah yang menjadi kewajiban semua pihak, barangsiapa yang menikahkan putrinya tanpa seizin dari dia, maka nikahnya tidak sah, sebab diantaranya syarat nikah adalah kesukaan (keridhaan) dari keduanya (laki-laki dan perempuan). Maka apabila ia dinikahkan tanpa keridhaan darinya, namun dipaksa di bawah ancaman berat atau hukuman fisik, maka nikahnya tidak sah, kecuali pemaksaan ayah terhadap putrinya yang berusia kurang dari sembilan tahun maka itu boleh dengan alasan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha tanpa izin darinya, yang pada saat itu masih berumur kurang dari sembilan tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih. [2] Adapun jika ia telah berusia sembilan tahun ke atas maka tidak boleh dinikahkan kecuali berdasarkan izin dari dia, sekalipun yang akan menikahkannya itu adalah bapaknya sendiri. Dan kepada pihak laki-laki (calon suami) jika mengetahui bahwa perempuan yang ia inginkan tidak menyukai dirinya maka hendaknya jangan maju terus untuk menikahinya sekalipun bapaknya bersikap penuh toleran kepadanya. Hendaklah selalu bertaqwa kepada Allah dan tidak maju untuk menikahi perempuan yang tidak menyukai dirinya, sekalipun mengaku bahwa bapaknya tidak melakukan pemaksaan. Ia wajib waspada terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan agar meminta izin (terlebih dahulu kepada perempuan yang dimaksud). Dan kami berpesan kepada perempuan yang dilamar agar selalu bertaqwa kepada Allah dan menyetujui keinginan bapaknya untuk menikahkannya jika laki-laki yang melamarnya adalah lelaki yang taat beragama dan baik akhlaqnya, karena pernikahan itu menyimpan banyak kebaikan dan maslahat yang besar, sedangkan hidup membujang itu banyak mengandung bahaya. Maka yang kami pesankan kepada semua remaja putri adalah menyetujui lamaran lelaki yang sepadan (dengan dirinya) dan tidak membuat alasan “masih ingin belajar” atau “ingin mengajar” atau alasan-alasan lainnya. Wallahu a’lam.
______________________

Sumber: Ibnu Baz: Fatawal Mar’ah, hal.55-56. Dinukil dari: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, Pustaka Darul Haq.

Catatan kaki:
[1] Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
[2] Al-Bukhari dan Muslim.

Posted on January 17, 2012, in Pernikahan, Wanita and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: