Hukum Bayi Tabung

Pertanyaan: Apa hukum bayi tabung?

Jawaban: Para ulama di lembaga ini [1] telah memfatwakan dilarang, karena mempunyai konsekuensi membuka aurat, menyentuh vagina dan mempermainkan rahim. Sekalipun sperma berasal dari suami perempuan itu sendiri saya tetap berpendapat hendaknya setiap orang menerima dan ridha terhadap ketentuan Allah ta’ala karena: “Dia menjadikan siapa yang Dia kehendaki menjadi mandul.” (QS. Asy-Syura: 50)
______________________

Sumber: Al-Lu’lu’ al-Makin min Fatawa Ibni Jibrin, hal.56. Dinukil dari: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, Pustaka Darul Haq.

Catatan kaki:
[1] Lajnah Da’imah lil Buhuts wal Ifta’

Posted on January 17, 2012, in Pernikahan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: