Hukum Pergi dan Belajar ke Negara-Negara Kafir

Pertanyaan: Saya seorang pemuda Saudi, saya termasuk utusan ke Amerika untuk belajar di salah satu bidang spesialisasi umum, bidang ini pun diajarkan di universitas yang mendelegasikan saya. Saya sampaikan, bahwa belajar di luar negeri itu diantara resikonya adanya campur baur antara mahasiswa dan mahasiswi di kelas. Para mahasiswinya mengenakan celana ketat, ada juga yang mengenakan rok setengah paha dan ada juga yang sebatas lutut, di samping itu, mereka mengenakan hiasan wajah, wewangian dan kalung salib. Pemandangan ini kami saksikan di setiap tempat; di jalan-jalan, di pasar-pasar dan di tempat-tempat umum lainnya. Kebiasaan saya dan mayoritas para pemuda di tempat saya, kami biasa duduk dengan sesama mahasiswa dan mahasiswi dari golongan Yahudi dan Nasrani di sekolah, berbincang-bincang dengan mereka, tersenyum pada mereka, berbicara dengan lembut dan halus terhadap mereka. Sebagian ikhwah menasehati saya agar tidak pergi ke sana karena membahayakan agama dan akhlaq serta membahayakan istri dan juga anak-anak karena hal-hal yang disebutkan tadi, yaitu menyaksikan kemungkaran-kemungkaran dan kerusakan-kerusakan moral yang sudah memasyarakat di sana. Mereka berdalil dengan ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat.” (QS. An-Nisa: 97). Mereka mengatakan, bahwa Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, bahwa orang yang tinggal di negeri kafir berarti menzhalimi dirinya dan melakukan yang haram, hal ini berdasarkan ijma’ menurut nash ayat tersebut, jika tidak menampakkan agamanya.

Lain dari itu mereka juga mengatakan, bahwa menampakkan agama itu bukan dengan shalat dan puasa, tapi yang dimaksud itu adalah agamanya Ibahim ‘alaihissalam, yaitu berlepas diri dari kaum kufar dan kekufuran yang ada pada mereka, berterus terang dengan keterlepasan diri dari mereka serta menyatakan bahwa mereka tidak benar dan bahwa mereka itu dalam kebatilan, serta menyatakan permusuhan terhadap mereka. Mereka juga mengatakan, bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menyebutkan dalam kitab Sirahnya, bahwa tidak sempurna Islam seseorang walaupun ia mengesakan Allah dan meninggalkan syirik kecuali disertai dengan memusuhi orang-orang kafir dan membenci mereka serta menyatakan permusuhan terhadap mereka. Mereka mengutip sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

أنا بريء من كل مسلم يقيم بين أظهر المشرقين

“Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah-tengah kaum musyrikin.”

لا يقبل الله من مشرك أشرك بعد ما أسلم عملَا حتى يفارق المشرقين إلى المسلمين

“Allah tidak akan menerima amal dari seorang musyrik yang mempersekutukan setelah ia masuk Islam kecuali ia memisahkan diri dari kaum musyrikin dan menuju kepada kaum muslimin.”

Mereka mengatakan, bahwa Jarir radhiyallahu ‘anhu ketika berbaiat kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk memeluk Islam, disyaratkan untuk memisahkan diri dari kaum musyrikin. Kini saya sedang bingung. Pertanyaan saya, apa hukum pergi dan belajar di sana? Penampakan agama yang bagaimana yang dengan itu dibolehkan pergi ke luar negeri dan melepaskan diri dari tanggung jawab? Apakah keluarga istri saya berdosa karena mengizinkannya untuk ikut pergi bersama saya sementara mereka pun tahu kondisi di sana? Atau, haruskah mereka melarangnya pergi? Saya mohon jawaban dan rincian mengenai masalah penting ini yang diperlukan oleh banyak pemuda muslim.

Jawaban: Jika kenyataan sebagaimana yang disebutkan, bahwa spesifikasi yang dipelajarinya itu terdapat di negara anda yang Islami, dan bahwa belajar di luar itu beresiko menghadapi banyak kerusakan dalam segi agama dan akhlak terhadap istri dan anak, maka anda tidak boleh pergi untuk belajar spesifikasi itu, sebab kondisi ini tidak termasuk terpaksa karena tersedia juga di negara anda yang Islami. Telah disebutkan beberapa hadits dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang peringatan tinggal di negara-negara kafir tanpa tuntutan syar’i, di antaranya, sabda beliau, “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah-tengah kau musyrikin.” Dan hadits-hadits lainnya. Perginya sebagian kaum muslimin ke negara-negara kafir tanpa keperluan mendesak merupakan sikap menggampangkan yang tidak diperkenankan dalam agama Allah ta’ala, karena hal ini berarti lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat. Allah ta’ala telah berfirman,

بل تؤثرون الحياة الدنيا، ولأخرة خير وأبقى

“Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 16-17)

Dalam ayat lain disebutkan,

قل متاع الدنيا قليل والأخرة خير لمن اتقى

“Katakanlah, ‘Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa’.” (QS. An-Nisa’: 77)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من كان همّه الأخرة جمع الله شمله وجعل غناه في قلبه وأتته الدنيا وهي راغمة ومن كانت نيته الدنيا فرّق الله عليه ضيعته وجعل فقره بين عينيه ولم يأته من الدنيا إلّا ما كتب له

“Barangsiapa menginginkan akhirat maka Allah akan menghimpunkan semuanya dan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya serta memberinya keduniaan, yang mana keduniaan itu yang menginginkannya. Dan barangsiapa yang niatnya (mendapatkan) keduniaan Allah ta’ala akan memisahkan dari harapannya dan menjadikan kefakiran di hadapannya serta keduniaan tidak mendatanginya kecuali yang telah ditetapkan baginya.” [1]

Hanya Allah-lah yang kuasa memberi petunjuk. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya.
______________________

Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta, no. 20968, tanggal 3/6/1420 H. Dinukil dari: Fatwa-Fatwa Jilid 2, Pustaka Darul Haq.

Posted on January 15, 2012, in Aqidah, Mahasiswa, Muamalah and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: